Pekerjaan Ini Dibayar Dengan Upah Kerja 244 Juta Perbulan, Namun Sepi Peminat. Siapa Tahu Kamu Mau?

- 5 Maret 2022, 11:04 WIB
Ilsutasi : pekerjaan menangkap kepiting secara aman di pantai
Ilsutasi : pekerjaan menangkap kepiting secara aman di pantai /YouTube Desti Anggriany

PORTAL BOJONEGORO - Tentunya, setiap orang menginginkan pekerjaan dengan bayaran upah kerja yang sangat tinggi.

Namun, upah kerja yang tinggi, selalu berbanding lurus dengan sulitnya pekerjaan, tanggungjawab dan resiko dari pekerjaan itu sendiri.

Sebenarnya, ada banyak pekerjaan dengan upah kerja yang sangat tinggi, namun tidak semua orang mau dan sanggup melakukan pekerjaan itu.

Baca Juga: Weton Sabtu Kliwon : Ramalan Watak, Jodoh, dan Rejekinya

Seperti pekerjaan satu ini yang dilansir Portal Bojonegoro di YouTube KabarPedia pada Sabtu, 5 Maret 2022.

Pekerjaan itu yakni menangkap kepiting raja alaska, yang konon setiap penangkap kepiting tersebut mendapatkan bayaran ratusan juta setiap bulannya.

Meski profesi penangkap kepiting ini sangat tinggi dan sangat menjanjikan secara finansial, namun nyatanya hanya segelintir orang yang bersedia melakukannya.

Baca Juga: Kelengkeng, Buah Kecil dan Manis Banyak Mnafaatnya

Kepiting raja alaska memang terkenal sangat mahal.

Di Indonesia menu kepiting ini bisa didapatkan di salah satu restoran seafood terkemuka di Jakarta.

Di tempat itu, kepiting raja alaska dihargai 1 hingga 1,2 juta rupiah perkilonya.

Kemudian untuk menu live king crab dibanderol  dengan 4 juta rupiah per 2 kilo gramnya.

Mahalnya kepiting raja alaska tentu tidak lepas dari susahnya menangkap kepiting ini.

Bahkan, banyak nelayan yang mengorbankan nyawa mereka dalam misi menangkap kepiting raja alaska.

Baca Juga: Sakti! Inilah 10 Ramalan Gus Dur Yang Jadi Kenyataan. Jokowi Akan Presiden Hingga Kematiannya Sendiri

Pada tahun 2007, total 128 dari 100 ribu nelayan meninggal saat menangkap kepiting raja alaska.

Kematian nelayan ini disebabkan ganasnya cuaca perairan alaska yang menghantam kapal-kapal mereka.

Penangkapan kepiting raja alaska dilakukan pada bulan-bulan musim dingin.

Yaitu, pada Oktober dan Januari saat kepiting-kepiting itu keluar dari sarangnya. Yang berlokasi di perairan lepas pantai Alaska dan Kepulauan Aleut.

Pemanenan komersial ini, dilakukan dilakukan pada musim yang sangat pendek dan hasil panen panen itu dikirim ke seluruh dunia.

Mengerikannya cuaca ekstrim pada bulan tersebut menyebabkan ombak-ombak di laut lepas mengamuk.

Baca Juga: Calon Peserta RPL Desa Diseleksi Oleh Tim Asesor Rekognisi PTN

Petir, badai, bongkahan es dan hujan lebat menjadi sahabat para nelayan.

Ditengah laut yang ganas itu mereka harus selalu memperhatikan apa yang terjadi disekitarnya.

Mereka harus siap diserang oleh kepiting-kepiting ganas dengan ukuran raksasa.

Di samping itu, mereka harus bekerja di atas laut dengan suhu dibawa 0 derajat celcius selama 20 jam setiap harinya.

Dengan pekerjaan yang begitu sulit dan sangat berbahaya tersebut, setiap pekerjaan setiap pulang biasanya banyak luka di seluruh tubuhnya.

Namun demikian, pengorbanan yang dilakukan para nelayan ini ternyata cukup sebanding dengan gaji yang didapatkan.

Baca Juga: Invasi Rusia Ke Ukraina, Dunia Kena Dampaknya Dari Harga Minyak Hingga Keamanan Siber Global

Setiap bulannya nelayan penangkap kepiting raja alaska bergaji 20 ribu USD atau sekitar 244 juta rupiah.

Dengan segala pengorbanan nelayan itu, maka tidak mengherankan jika kemudian satu porsi kepiting ini dibanderol dengan harga yang sangat mahal.

Itulah pekerjaan yang dibayar dengan upah kerja 244 juta perbulan namun sepi peminat.***

Editor: Ainur Rofik


Tags

Artikel Rekomendasi

Terkait

Terkini