Nahas Gajah Sumatra Mati Tersengat Listrik di Aceh, Kawat Setrum Terlilit di Kaki

- 25 Februari 2024, 13:42 WIB
Tim dokter BKSDA melakukan nekropsi terhadap gajah sumatra yang ditemukan mati di kawasan transmigrasi, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Tim dokter BKSDA melakukan nekropsi terhadap gajah sumatra yang ditemukan mati di kawasan transmigrasi, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. /Antara/HO-BKSDA Aceh/

PIKIRAN RAKYAT BOJONEGORO - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menyebutkan satu gajah sumatra (elephas maximus sumatramus) ditemukan mati tersengat listrik di Kabupaten Pidie Jaya.

Kepala BKSDA Aceh Gunawan Alza mengatakan gajah mati tersebut ditemukan masuk wilayah Panton Limeng, Desa Aki Neungoh, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.

"Gajah mati tersebut berkelamin jantan. Bangkai satwa dilindungi tersebut ditemukan Selasa, 20 Februari 2024. Lokasi kematian gajah berada di areal penggunaan lain atau APL. Hasil pemeriksaan, gajah tersebut mati karena tersengat listrik," kata Gunawan Alza, dikutip dari Antara.

Baca Juga: Ketahui Rumus Perhitungan Kursi DPR-DPRD Hasil Pemilu 2024

Setelah memastikan informasi tersebut, kemudian tim BKSDA berkoordinasi dengan kepolisian sektor setempat. BKSDA juga memberangkatkan tim dokter hewan bersama mitra untuk memastikan penyebab kematian gajah liar tersebut.

Gunawan mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan di sekitar lokasi kematian gajah terdapat pagar listrik.

Pagar tersebut mengelilingi kebun masyarakat yang diduga menjadi penyebab kematian gajah tersebut.

Sedangkan hasil pemeriksaan tim dokter hewan, kata Gunawan, kondisi bangkai gajah sudah mengalami pembusukan organ. Usia gajah diperkirakan 13 tahun.

"Terdapat kawat setrum yang terlilit pada kaki kanan depan dan sebagian terlilit di tubuh gajah. Terdapat gading dengan panjang 77 hingga 78 meter dengan diameter 17 hingga 27 sentimeter," katanya.

Gunawan mengatakan hasil nekropsi atau bedah tubuh secara kasat mata bahwa kematian gajah karena tersengat listrik. Sedangkan organ tubuh seperti limpa, paru, ginjal, dan lainnya sudah mengalami pembusukan, sehingga tidak bisa diperiksa di laboratorium.

Halaman:

Editor: Ikbal Tawakal


Tags

Artikel Rekomendasi

Terkait

Terkini